Batu,30 September 2018.
Didedikasikan untuk “...”
Suatu hal yang Fanna.
Bodohnya aku selalu Menulis
kalimat-kalimat.
Melukis dengan warna yang kau
berikan sedikit demi sedikit
Memainkan simfoni dalam sunyinya malam ditemani tetesan hujan.
Namun,Kini aku mengerti.
Semanis apapun kalimat
terukir,takkan bermakna.
Sebanyak apapun warna
terlukis,takkan berguna.
Semerdu apapun melodi
terlantun,takkan berarti.
Jika takdir tak memihak.
Mengapa hati ini terjatuh?Jatuh
yang sulit untuk bangkit.
Jatuh yang mem uatku menulis
walau takkan pernah terbaca.
Safiaa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar