Malang, 26 Juni 2024
Hari ini saya merasa kurang lagi, saya heran mengapa saya selalu merasa kurang akan semua hal. Saya kurang baik, saya kurang cantik, saya kurang mampu dan segala bentuk "saya kurang.." yang selalu terlontar dalam hati, pikiran serta ucapan saya.Kemarin, kakek nenek saya bertengkar. Bukan karena saya, namun karena masalah usaha elpigi kami. Kakek dan nenek saya selalu memiliki pendapat yang bersinggungan. Usaha elpigi kami bukanlah usaha elpigi biasa, melainkan pangkalan elpigi 3kg langsung dari pertamina, karena itu usaha elpigi saya ini selalu menjadi tempat beli pengecer gas kampung. Hal ini bermula saat Nenek saya yang selalu kasihan melihat orang-orang tidak mendapatkan bagian gas lebih namun kakek saya selalu memberikan gas hanya pada orang tertentu saja. Nenek saya merasa ini tidak adil untuk semua orang. Lalu nenek speak up pada kakek, namun tidak disangka kakek langsung naik pitam dan membawa-bawa masalah rumah tangga lainnya serta mengatai nenek tidak bisa apa-apa dan tidak bekerja maka dia tidak berhak untuk mengatur usaha elpigi kami. Nenek hanya bisa diam dan menerima semua sakit hati itu, dan kakek tidak berbicara pada nenek lagi yang hanya bisa marah sampai saat saya menulis jurnal ini. Sebagai cucu, saya tidak membenarkan perkataan kakek yang mengatai nenek dengan cukup kejam itu, namun saya rasa tidak ada yang salah. Karena kakek dan nenek memang sudah berumur dan hal yang biasa yang mana semakin tua seseorang maka kontrol emosi juga semakin menipis. Saya hanya bisa membantu menenangkan nenek saya, dan tetap memperhatikan kakek saya. Berhubung saya, kakek dan nenek memang tinggal satu rumah terpisah dengan orang tua. Mau tidak mau saya yang serumah sebisa mungkin membuat suasana menjadi tenang, meskipun memang pikiran dan mental saya yang menjadi stres. Kakek nenek saya sudah menjaga saya sedari kecil dan mungkin kini giliran saya untuk menjaga mereka. Namun, Sejak saat itu saya merasa kurang, keluarga saya toxic dan kurang peka. Saya tertekan, saya ingin keluarga saya tahu kalau saya sedang tertekan. Saya ingin mereka paham meskipun ini adalah pikiran egois.
Saya selalu membual dengan kedok alasan manifesting dimana saya ingin bekerja jauh dan meninggalkan keluarga saya yang toxic. Teman- teman saya juga mendukung, karena mereka tahu keadaan saya. Saya hanya perlu menjauh dari keluarga dan mencari jati diri yang lebih kuat diluar sana melihat umur saya yang sudah tidak lagi disebut anak sekolah. Disisi lain ini juga merupakan usaha saya untuk menghindari konflik yang terjadi dirumah. Saya hanya ingin mendapat ketenangan tanpa judging. Seperti hari ini, orang tau saya mengulik lagi masalah berat badan saya yang semakin hari semakin membengkak.
Sejujurnya, saya juga tidak ingin seperti ini, saya sudah berusaha mengontrol pola makan dan sebagainya namun ketika saya stres lagi nafsu makan saya kembali meningkat drastis. Kembali menggila dan keinginan untuk olahraga saya juga menurun kembali. Saya belum memperoleh motivasi untuk hidup sehat lagi. Saya hanya hidup menggambar, makan, berak dan tidur. I think all I can do just waste my time. This is frustrating. Lelah dengan kehidupan saya yang seperti ini, and I know this is what people call adulting.
Ditengah kebingungan dan kekalutan, saya mencoba menonton semua konten yang bermanfaat untuk memajukan pikiran saya serta memperbaiki ibadah. One of my friend give me advice that i should benerin ibadah supaya hidupmu juga ada arah. I try her advice and boom! aku merasa ada yang berbeda dan merasa sedikit lebih baik dan positif. Ditambah kemarin saya belajar hal baru, tentang filsafat. Dalam filsafat terdapat satu istilah yang disebut "Stoicism" atau stoikisme dimana ini merupakan sebuah pemikiran untuk menerima semua keadaan yang ada dengan tidak terpaku ada hal-hal diluar kendali kita. Stoikisme merupakan sebuah pemikiran yang tidak memusatkan dan tidak berlarut-larut pada hal-hal yang bersifat diluar kendali contohnya adalah sebuah kegagalan , oleh siapa kita dilahirkan dan hal-hal berbau takdir dalam islam disebut dengan takdir mubram (takdir yang tidak dapat dirubah). Orang yang cenderung terpaku pada hal diluar kendali tersebut maka pikirannya akan selalu dipenuhi oleh kekalutan dan kesedihan berkelanjutan yang membuat seseorang jauh dari kata bahagia. Dalam pandangan stoikisme ini pentingnya fokus pada apa yang dapat kita kendalikan merupakan fondasi dari ketenangan batin. Dengan menerapkan stoikisme pada hidup ini maka seseorang akan dapat mengendalikan respons dari masalah eksternal (diluar kendali) dengan lebih dingin dan berlapang dada.
Saya mencoba menerapkan pemikiran ini pada hidup saya seperti mensugesti diri sendiri bahwa kebahagiaan juga pasti akan menghampiri saya di waktu yang tepat. Sebelumnya saya adalah orang sangat mudah menarik diri dari lingkungan sosial. Saya lebih suka menghabiskan waktu di dalam rumah serta mengerjakan hal-hal yang dapat menunjang saya untuk kerja di masa depan seperti membuat banyak portofolio dan memperbaiki CV. Namun disamping melakukan hal tersebut saya juga sering menghabiskan waktu untuk memikirkan apa yang harus saya selanjutnya, what's the next step? and i just answer myself like "i'd know, maybe u can just take a rest and scrolling social media?' dan jelas ini merupakan hal yang buang-buang waktu. Sekarang saya mencoba untuk memperbaiki kebiasaan buruk tersebut.
Scrolling social media menurut saya merupakan sebuah copying mechanism yang saya lakukan untuk membuat hati saya tenang. Searching some memes or bias funny clip membuat hati saya lebih tenang. Saya selalu merasa insecure dan selalu menghibur perasaan saya itu dengan meme internet. Saya merasa berada di dunia saya sendiri sampai-sampai ketika saya kembali pada realitas, saya melihat teman-teman saya sudah melangkah dengan jauh didepan saya. Mereka seakan meninggalkan saya sendirian (dalam pemikiran overthingking saya). Saya merasa banyak sekali hal yang terjadi pada diri saya, and again I think it's just one of my adulting phase. Saya merasa mulai bisa menerima apapun keadaan saya, bagaimana keadaan keluarga saya dan karir saya yang masih berjalan menuju garis start.
TTD
MuXi Aoitsuki
Ps : I'll try my best and give u an update soon❤



Tidak ada komentar:
Posting Komentar